Masuk

Ingat Saya

Santri Harus Melek TIK

Santri Harus Melek TIK

tik pesantren demakIMG_0630

Kemajauan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong manusia untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada setiap kegiatannya. Bidang-bidang seperti e-commerce, e-banking, e-government, telah banyak memanfaatkan kemajuan TIK dalam aktivitasnya. Hampir semua Bidang menggunakan internet, Internet memiliki dua sisi positif dan negatif.   internet merupakan media seperti air, kita isi tinta merah, hitam, biru ataupun hijau maka dia akan berwarana itu, seperti pisau yang berada di tangan koki, maka akan menghasilkan menu yang lezat, tetapi pisau jika di tangan seorang penjahat maka akan digunakan untuk kriminal, maka pergunakan internet dengan konten positif.

Tak terkecuali instansi pemerintah, sekolah ataupun perusahaan yang menampilan dan mengenalkan profil mereka, sekarang Pesantren pun sudah mulai berbenah dan berubah dari mindset awal bahwa internet bersifat negatif sedikit demi sedikit mulai masuk ke dunia maya ini. Kalau sekarang banyak Konten negatif di internet dan kita masih apatis dg itu, maka kapan kita bisa merubah akhlaq bangsa ini?

Internet dianggap negatif karena banyak yang mengunggah konten negatif, makanya kita banjiri konten positif dan ilmu pesantren ke internet, kalau perlu pesantren dan semua kegiatannya kita unggah dan Jelas cak nopy (dlm foto baju putih ).

Walaupun infrastruktur TIK di Indonesia masih kalah dari beberapa Negara diluar negeri, sebaiknya para insan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan,termasuk para tenaga pengajar/ustadz dan pe
ngelola pesantren, harus mulai berpikir dan bertindak untuk memajukan dan meningkatkan fungsi dakwah dan pendidikan dengan memanfaatkan kemajuan TIK. Jika tidak segera bertindak, dimungkinkan pesantren di Indonesia dan komunitas di dalamnya, menjadi komunitas yang gagap teknologi dan lekat menyandang julukan tradisional. Berdasarkan hal tersebut, dalam paper ini akan dibahas secara umum tentang TIK dan Pembelajaran, pemanfaatan TIK di Pesantren, dan persiapan-persiapan yang perlu dilakukan pesantren dalam pemanfaatan TIK tersebut.
Dari gagasan itulah maka terbentuklah ICT4 Pesantren, yang salahsatunya menggagas dan memerangi konten negatif seperti pornografi dan terorisme. demi utuhnya NKRI

Dengan